Arsip Blog

Minggu, 24 November 2024

Gelar Karya P5 Kelas 7 Pemanfaatan Cangkang Telur & Minyak Jelantah di SMPN 9 Samarinda

Samarinda - Dalam kegiatan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ini Jumat (22/11/2024) banyak yang ditampilkan oleh para siswa-siswi kelas 7. Dengan Tema Gaya Hidup Berkelanjutan dengan Topik Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur menjadi  Pupuk Padat, Pupuk Cair dan Kerajinan Tangan serta melakukan aksi gerakan ramah lingkungan dengan mengajak siswa mengolah limbah rumah tangga Minyak Jelantah menjadi Sabun Cuci dan Aroma Terapi.  Kegiatan pun berlangsung dengan meriah dan di sambut oleh antusias oleh seluruh warga sekolah. Dengan mengadakan pameran hasil produk dari  kegiatan P5 ini.






Tujuannya P5 yakni membentuk siswa agar berpikir kritis, mandiri, kolaborasi serta memiliki kemampuan memecahkan masalah. Para siswa jadi lebih semangat ketika ada proyek yang dikerjakan bersama. 





Berdasarkan hasil pemantauannya, model pembelajaran praktik dinilai dapat meningkatkan motivasi belajar siswa terutama untuk mata pelajaran IPA dan juga Kewirausahaan. Selain itu, juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengintegrasikan pengetahuan, menambah wawasan, serta menguatkan karakter siswa.







Projek ini meningkatkan kesadaran peserta didik tentang pengelolaan limbah dan berkelanjutan. Dengan memahami cara pemanfaatan limbah, peserta didik belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. (Lyn-Humas)


Sabtu, 23 November 2024

Kegiatan P5 Tema Gaya Hidup Berkelanjutan "Pemanfaatan Cangkang Telur" Kelompok 2 Kelas 7 SMP Negeri 9 Samarinda

Samarinda - Dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) kelompok 2 kelas 7 ini berlangsung selama lima hari dari tanggal 18 - 22 Nopember 2024. Dengan Tema Gaya Hidup Berkelanjutan dengan Topik "Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur untuk Pupuk Padat, Pupuk Cair dan Kerajinan Tangan". Yang di ketua oleh Ibu Ruli Handayani, S.Pd yang mengkoordinir kegiatan P5 ini. Kegiatan pun berlangsung dengan meriah dan antusias oleh para warga sekolah khususnya dari siswa-siswi kelas 7.













Cangkang telur adalah lapisan terluar dari telur. Lapisan ini dapat bertekstur keras maupun lunak, tergantung jenis telurnya. Cangkang telur unggas umumnya terbuat kalsium karbonat. Cangkang telur mengandung 98,2% kalsium karbonat, 0,9% magnesium, dan 0,9% fosfor.

Jika limbah cangkang telur yang dihasilkan tidak dikendalikan maka akan menimbulkan pencemaran lingkungan seperti pencemaran udara (bau busuk). Cangkang telur mengandung CaCO3 yang dapat menyebabkan terjadinya polusi karena adanya aktivitas mikroba dilingkungan.









Hal ini sangat disayangkan jika cangkang telur hanya dibuang ke tempat sampah, padahal cangkang telur dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat seperti contohnya dimanfaatkan sebagai campuran pupuk, bahan untuk membantu membersihkan panci, dan untuk membuat karya seni.

Gaya hidup berkelanjutan bertujuan untuk mengurangi dampak negative terhadap lingkungan. Salah satu cara yang sederhana namun efektif adalah pemanfaatan limbah, seperti cangkang telur, yang sering kali terbuang tanpa digunakan.







Projek ini meningkatkan kesadaran peserta didik tentang pengelolaan limbah dan berkelanjutan. Dengan memahami cara pemanfaatan limbah, peserta didik belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. (Lyn-Humas)

Gelar Karya P5 Tema Kearifan Lokal "Kreasi Tari Jepen" Kelompok 2 Siswa-siswi Kelas 8 SMP Negeri 9 Samarinda Berlangsung Meriah

Samarinda- Pada hari Jumat, 22 Nopember 2024, SMP Negeri 9 Samarinda mengadakan kegiatan Gelar Karya P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan Tema "Kearifan Lokal" dengan "Tari Jepen Kreasi". Di mana kegiatan Projek P5 ini berlangsung dari tanggal 18-22 Nopember 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan budaya lokal yang ada di daerah Kalimantan Timur berasal dari Suku Kutai, khususnya Tari Jepen.





Dalam proses pelaksanaan tarian ini siswa-siswi kelas 8 diajarkan untuk dapat Berkebhinekaan global dan bergotong royong dalam mengenal dan mempelajari tarian tradisional Jepen yang ada di Kalimantan Timur.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Projek P5 Ibu Arirojabiyanti, M.Pd. Beliau mengungkapkan bahwa sesuai dengan tema P5 yang dipilih, siswa-siswi sebagai generasi penerus bangsa harus dapat melestarikan budaya daerahnya, termasuk tarian-tarian tradisional daerah.









Tema kearifan lokal ini diambil guna menanamkan cinta budaya daerah pada diri siswa-siswi. Seiring dengan perkembangan zaman tidak dapat dipungkiri bahwa generasi Z dan gen Alpha saat ini sudah tidak tertarik untuk mempelajari budaya daerah. Sehingga dengan adanya P5 yang mengambil tema kearifan lokal dapat memperkenalkan kembali kearifan lokal di sekitar siswa, sehingga mereka akan lebih menghargai budaya daerah dan diharapkan nantinya akan tetap dapat mengembangkan dan memperkenalkan budaya daerah mereka ke dunia luar.





Tari Jepen tempo dulu berfungsi sebagai hiburan dalam rangka penobatan raja-raja dari Kesultanan Kutai Kartanegara di Tenggarong dan sebagai tari pergaulan muda dan mudi, misalnya untuk memadu janji, berkasih-kasihan, dan sebagainya. 

Pada dasarnya gerakan dalam Tari Jepen sangat kental akan nuansa Melayu yang dinamis, atraktif, energik, dan bersahaja. Dalam pertunjukannya, penari menari dengan balutan busana perpaduan khas Melayu yang kental akan nuansa Islami dan campuran busana khas Indonesia.

Kegiatan P5 Tema Kearifan Lokal dengan kegiatan Tari Jepen merupakan salah satu contoh bagaimana sekolah dapat mengintegrasikan pembelajaran lintas disiplin ilmu dengan pengamatan dan pemecahan masalah di lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga memberikan manfaat bagi siswa dan siswi SMP Negeri 9 Samarinda dalam mengembangkan kompetensi seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, kritis, karakter, dan kewarganegaraan.